EDUKASITERKINI.com—Disdik Sulsel Siap Kirim Rekomendasi Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berlangsung 13 – 17 September 2021.

Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, Prof Dr Muhamamd Jufri, MSi, MPsi, Psikolog memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi pelaksanaan Ujian Kompetensi PPPK) secara virtual via zoom di Ruang e-Panrita Diknas Provinsi Sulsel di Jl Perintis Kemerdekaan, Sabtu (18/8 2021).

Hadir mendampingi Kadisdik Sulsel, Kabid Pembinaan GTK dan Fasilitasi, H Sabri, SPd.MPd, juga hadir lewat virtual mengikuti Rakor Evaluasi, Sekretaris Disdik Sulsel, H Hery Sumiharto, SE.M.Ed, Kepala LPMP, Kepala BP PAUDNI, Kepala BPPMPVKPTK para Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I – XII, para penanggung jawab TUK (Kepala Sekolah) dan para Proktor.

Prof Jufri mengatakan, pelaksanaan Ujian Kompetensi PPPK di Sulsel relatif lancar dan aman, namun diakui ada sejumlah peristiwa di sejumlah tempat kegiatan ujian terdapat hal-hal teknis yang masih dijumpai.

Meski demikian, tetap dapat diatasi panitia lokal ataupun para proktor di masing-masing TUK.
Ada dua hal penting yang menjadi titik fokus dalam Rakor Evaluasi ini.

Menurut Prof Jufri, itu sebagai bahan penting dan akan dijadikan rekomendasi ke Kemendikristek sebagai bahan laporan.

“Kami ingin mendapatkan laporan pelaksanaan ujian secara riil di setiap kabupaten kota dan hasil kelulusan atau hasil passing grade setiap kabupaten kota sebagai bahan masukan untuk melengkapi laporan pertanggungjawaban ke Kementerian,” ujar Prof Jufri.

Karena itu, Prof Jufri memberikan kesempatan kepada para Kadis Pendidikan Kabupaten dan Kota sebagai penanggung jawab di daerah masing-masing, juga kepada Kacab Dinas Pendidikan Wilayah, para Kepala sekolah sebagai penanggung jawab TUK, dan para pengawas utama serta para proktor.

Dalam Rakor, sejumlah persoalan dan keluhan peserta terungkap. Terbanyak dikeluhkan, tingginya angka passing grade yang ditetapkan Kemendikbud. Hal lainnya, tingkat kesulitan soal ujian terlalu tinggi.

Masalah lainnya, umumnya peserta minta kepada Kemendikbud memberikan kebijakan khusus kepada pesert yang sudah lama mengabdi dan berusia tua. Semua keluhan dan usul ini disuarakan para Kadis Pendidikan Kabupaten Kota, para Kacabdis, dan juga Proktor.

Mereka mengaku prihatin sekaligus mewakili para guru honorer yang ikut ujian kompetensi PPPK.
Bahkan Kadis Pendidikan Kabupaten Selayar, Drs Mustakim M, MPd minta kepada Prof Jufri mengusulkan ke Kementerian

untuk menurunkan standar passing grade atau ada kebijakan khusus terhadap peserta Ujian Kompetensi PPPK Fungsional Guru. Bila tidak, kata Mustakim, tahun 2023 sekolah-sekolah di Selayar tidak lagi memiliki guru. Ini sangat riskan. Apa yang diungkapkan Mustakim, ternyata juga dialami beberapa kabupaten kota di Sulsel.

Di akhir acara, Prof Jufri menegaskan, yang diungkapkan para peserta Rakor akan diakomodasi dan menjadi rekomendasi Disdik Sulsel sebagai laporan pertanggungjawaban ke Kemendikbudristek.

“Saya kira apa yang diungkapkan para peserta Rakor Evaluasi PPPK hari ini menjadi refresentatif pelaksanaan dan hasil ujian kompetensi PPPK di Sulsel. Insya Allah semua permasalahan ini menjadi rekomendasi ke pusat, kita akan kirim secepatnya,” tegas Prof Jufri. (rls/muas).

 81 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *