EDUKASITERKINI.COM.MAKASSAR—Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang kini menyandang akreditasi institusi UNGGUL terus melakukan inovasi, terutama meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak.

Kegiatan terbaru, UMI gelar penandatanganan kesepakatan bersama Pemda Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Kamis (7/10) di lantai 9 MenaraUMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.

Hadir Rektor UMI, Prof Dr H Basri Modding,M.Si, para Wakil Rektor jajaran UMI. Dari pihak Pemda Bolaang Mongondow Selatan, hadir Bupati Bolaang Mongondow, Iskandar Kamaru, Kadis Pendidikan,Kabag Protokol, Kadis Pariwisata dan sejumlah pejabat pemda lainnya.

Rektor UMI dalam sambutannya menjelaskan, UMI yang lahir tahun 1957 bervisi, sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, termasyhur berkelas dunia, dengan melahirkan manusia beramal ilmu amalaiah,beramal ilmiah dan berakhlakul karimah serta berdaya saing tinggi.

Sebagai insan beraklakul karimah yang ulul albab, insan UMI harus senantiasa memikirkan ciptaan Allah, baik dalam keadaan duduk, berdiri dan berbaring.

Menurut Basri Modding, selama era kepemimpinannya, pihaknya menerapkan manajemen jamaah dan tak ada keputusan tanpa dirapatkan. UMI dianggap wadah ibadah. Alhamdulillah, salah satu wujud ibadah itu, sejumlah perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur yang sebelumnya binaan UMI, setelah dinilai bagus dalam artian sudah dewasa, kita lepas untuk mandiri.

Dijelaskannya, saat ini UMI miliki 57 program studi dan 9 diantaranya akreditaai unggul 9, termasuk Prodi Manajemen dan Prodi Hukum.

Sementara itu, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru yang didampingi Kabag Hukum, Kadis Kesehatan, Kabag Protokol Pemda Bolaang Mongondow menjelaskan, salah satu misinya meningkatkan Sumberdaya Manusia daerahnya.

”Di Bolaang Mongondow Selatan, ada Rumah Sakit, namun kurang dokter dan tak ada dokter spresialis. Sudah tiga kali penerimaan pegawai, namun tak ada yang isi formasi dokter spresialis,” kata Iskandar Kamaru.

Iskandar menambahkan, pemda akan berikan bea siswa untuk membantu kurangi beban orang tua, terhadap anaknya yang kuliah di Fakultas Kedokteran. Saat ini, ada dua anak dari Bolaang Mongondow kuliah di Fakultas Kedokteran UMI dan Bosowa.

”Setiap tahun pemda butuh formasi dokter antara 5 hingga 10 orang dan akan dibiayai Dinas Kesehatan. Terutama melalui program Perjanjian Kerjasama (PKS). Jika 10 mahasiswa kedokteran per tahun direkrut, berarti selama lima tahun periode kami sebagai bupati, akan melahirkan minimal 50 dokter,” kata Iskandar seraya mengatakan, Kabupaten Bolaang Mongondow kini berusia 13 tahun.

Menanggapi tingginya kepedulian Iskandar Kamaru selaku Bupati Bolaang Mongondow Selatan dalam upaya meningkatkan SDM warganya, Rektor UMI Prof Dr Basri Modding menilai, sosok Bupati Bolaang Mongondow ini mirip-mirip kinerja mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kwan Yeew.

Pernyataan rektor yang bernada guyon tersebut, disambut tawa hadirin, termasuk Bupati Bolaang Mongondow dan para kadis yang mendampinginya. (arf).

 109 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *