EDUKASITERKINI.COM.MAKASSAR—Untuk menyukseskan acara internal maupun eksternal UMI, peran Kepala Humas UMI yang diamanahkan pada Dr. Hj Nurjannah Abna, S.S, M.Pd sangat menentukan. Makanya dalam berbagai event, kinerja maksimal Kepala Humas sangatlah penting.

Sosok Kepala Humas tenar, didukung kemampuan SDM dan kontribusinya di setiap even bergengsi, menjadikan alumni Program Studi Sastra Arab Fakultas Sastra (FS) UMI ini dikenal sebagai salah satu tokoh urgent di balik terlaksananya Internasional Conference UMI setiap tahunnya.

Diketahui, Konferensi Internasional di UMI dengan Halal Isu ini merupakan tahun ketiga dilaksanakan. Di tahun 20021 ini,, tercatat pembicaranya dari tujuh negara sahabat.

Dua tahun terakhir, sosok Nurjannah Abna masuk dalam deretan sebagai presenter (pemakala). Tentunya untuk meningkatkan capaian karya ilmiah berkualitas dan bergengsi di indeks scopus.

Dalam kegiatan The 3rd International Conference bertema ‘The 3rd International Conference on Halal, Policy, Culture, and Sustainability Issues’ ini, Nurjannah Abna sangat aktif mengurus berbagai hal teknis, mulai pra hingga pasca kegiatan, moderator hingga menjadi presenter.

Dalam presentasi secara virtual itu, Nurjannah Abna tampil membahas paper berjudul ”The Effectiveness of The Qira’ah Method in Improving Students’ Maharatul Qira’ah in Virtual Instruction of Departmen of Arabic Literatur, Faculty od Letter, Universitas Muslim Indonesia’.

Nurjannah paparkan makalahnya dilandasi penuh percaya diri. Usai presentase, Mantan Wakil Ketua KNPI Sulsel ini periode 2017-2010 kembali ke tugas pokoknya yang wajib, mengatur teknis acara, agar bisa berjalan lancar,baik dan sukses hingga penutupan.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan konferensi Internasional di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa (12/10/2021), Kak Jen, sapaan dari banyak junior dan rekan aktivisnya, mengaku,tetap sangat enjoy menghadapi kerja-kerja produktif.

”Sasarannya, tentulah berupaya menopang agar sebuah acara berjalan sukses. Hal demikian merupakan kebiasaannya sejak dulu. Semua itu, terwujud atas Ridha Allah swt serta ditunjang kekuatan kerjasama tim (berjamaah),” ungkap pengurus Majelis Taklim Ukhuwah UMI ini.

Kerjasama tim merupakan kekuatan energi (full power) demi terwujudnya tujuan setiap aktivitas. Bekerja sekaligus tetap menyisihkan waktu menyusun paper untuk presentasi, bagi Nurjannah merupakan hal yang sudah biasadalam menata manajemen waktunya.

”Selain tetap memenuhi kebutuhan akademik sebagai akademisi dalam bentuk paper, kami juga tetap menjalankan tugas mengatur/memantau berbagai hal teknis di kegiatan. Jika ada masalah, harus segeraditemukan solusinya,” beber Sekretaris Timsel Bawaslu Sulsel Tahun 2018 ini.

Bekerja dan memberikan banyak kontribusi yang solutif, kata Dewan Penasehat Fatayat NU Sulsel itu, wujud amanah yang wajib dilakukan sebagai bagian dari sivitas akademika UMI. Terlebih, Nurjannah diserahi amanah sebagai Kepala Humas, Protokoler dan Kerjasama UMI.

“Kontribusi akan bernilai ibadah saat kita bekerja ikhlas. Dengan demikian, apapun, yang ditargetkan untuk dicapai, Insya Allah bisa terealisasi,” tutur Pengurus Muslimat NU Sulsel yang juga alumni Pesantren IMMIM Putri Minasatene, Pangkep itu. (red/rls).

 86 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *