EDUKASITERKINI.COM.MAKASSAR—Peluncuran Gerakan Pesantren IMMIM Ramah Anak Anti- Bullying & Kekerasan berlangsung di SMP Pesantren Modern Pendidikan Alquran IMMIM Putra, Kamia malam (14/10).

Kegiatan yang berlangsung di pekarangan SMP Pesantren IMMIM Jl. Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, Sulsel itu dirangkaikan pemutaran perdana film Edukasi Santri “Stop Perundungan”.

Hadir Ketua Umum YASDIC IMMIM, DR. Ir. H. M. Ridwan Abdullah M. Sc., Ketua YDP Pesantren IMMIM Putra, Ir. Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran M.Pd., Direktur Pesantren IMMIM Putra Dr. H. Mukhlis Mukhtar M. Ag.

Turut hadir, Kepala Sekolah, Nasir Ameth, S.E., para dewan guru, pembina, serta keluarga besar pesantren IMMIM, dan santri SMP Pesantren IMMIM Putra.

Ketua Panitia, Muhammad Hamzah, S.Ag. mengemukakan, kegiatan ini pertanda, Pesantren IMMIM sangat mendukung gerakan anti- bullying dalam lingkungan sekolah dan pesantren.

Untuk mendukung program ini, Pesantren IMMIM miliki sarana e-learning pesantren. Manfaatnya, sebagai wadah santri untuk melaporkan keluhan atau pengaduan terkait perundungan yang mungkin terjadi.Pelaporan tentang perundungan, kerahasiaan pengadu terjaga dan dapat dipastikan, santri yang melaporkan sesuatu tidak akan mendapat dampak negatif dari pengaduannya, kata Muhammad Hamzah.

Menurutnya, laporan hanya akan diketahui pimpinan kampus yang berwenang. Selanjutnya, keluhan segera ditangani baik. Tujuannya agar tercipta lingkungan sekolah dan pesantren tanpa kekerasan baik dari santri, guru, maupun pembina.

Rangkaian kegiatan peluncuran gerakan Pesantren IMMIM Ramah Anak, sejumlah santri kelas 1.2 dan 3 tampil persembahkan Marawis, keterampilan olah vokal (bernyanyi) dan Shalawat Nariyah.

”Semoga kegiatan ini makin memupuk silaturahmi persaudaraan dan tidak ada perundungan dalam lingkungan sekolah/pesantren,” tandas Muhammad Hamzah.

Di akhir acara santri dan para hadirin nonton bareng film edukasi santri “Stop Perundungan”. Kegiatan yang mendapat respon positif santri dan hadirin berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang terbilang ketat. Demikian Media Relation dan Literasi Pesantren IMMIM, Melia Nas melaporkan. (hms).

 127 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *