EDUKASITERKINI.COM.MAKASSAR—Memangku amanah sebagai Kepala Humas, Protokoler dan Kerjasama UMI tidaklah mudah. Dibutuhkan kemampuan manajemen waktu, Sumberdaya Manusia (SDM) yang komunikatif dan memiliki jaringan (networking) yang luas.

Cukup beralasan, karena event/agenda internal dan eksternal Perguruan Tinggi UMI yang kini menyandang predikat INSTITUSI UNGGUL dari BAN PT semakin variatif. Itu juga efek berkah, dari makin banyak perguruan tinggi melakukan kerjasama (MoU) dengan UMI.

Kinerja yang ditunjang SDM maksimal sangat menentukan suksesnya sebuah event dan itu sebuah keharusan.

Apalagi, UMI yang dikenal sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah, saat ini makin banyak eventnya berskala nasional dan internasional, ungkap Kepala Humas,Protokoler dan Kerjasama UMI, Dr. Hj Nurjannah Abna, S.S, M.Pd, kepada EDUKASITERKINI.COM, Kamis (21/10).

Meski terbilang sibuk, namun Nurjannah yang juga alumni Program Studi Sastra Arab Fakultas Sastra (FS) UMI tak mengabaikan tugas pokoknya sebagai dosen di Fakultas Sastra UMI.

Saat Konferensi Internasional ”The 3rd International Conference bertema The 3rd International Conference on Halal, Policy, Culture, and Sustainability Issues’ pekan lalu, Nurjannah yang baru-baru ini ditetapkan oleh Dikti

Pusat lulus sebagai asesor Beban Kerja Dosen (BKD) itu tak hanya mengurus berbagai hal teknis. Mulai pra hingga pasca kegiatan, namun dia juga tampil presentase makalah dengan penuh percaya diri.

Tujuannya, untuk meningkatkan capaian karya ilmiah berkualitas dan bergengsi di indeks scopus. Saat presentase, Nurjannah bahas paper ”The Effectiveness of The Qira’ah Method in Improving Students’ Maharatul Qira’ah in Virtual Instruction of Departmen of Arabic Literatur, Faculty od Letter, UMI.

Bagi Nurjannah, keterampilannya menghadapi dan menyelesaikan berbagai warna-warni masalah dalam waktu yang hampir bersamaan, tidaklah diperoleh secara instant. Namun skill itu diperoleh melalui tempaan di berbagai organisasi kemasyarakatan yang digelutinya selama ini.

Di tengah padatnya agenda yang dihadapinya, namun mantan Wakil Ketua KNPI Sulsel 2017-2010 mengaku tetap enjoy menghadapi kerja-kerja produktif yang diamanahkan padanya.

”Resepnya sederhana ji, kerja-kerja berjamaah (kerja tim) sebagai sumber energi dan inspirasi serta transparan pada tim kerja sangat penting,” tutur Nurjannah.

Terkait kerja berjamaah, prinsipnya, harus jelas, ”Siapa Mengerjakan Apa” dan berikan tanggung Jawab Penuh pada anggota tim kerja”. Selanjutnya, setiap kendala harus aktif dikoordinasikan dan segera ditemukan solusinya,

ungkap Nurjannah yang juga pengurus Majelis Taklim Ukhuwah UMI dan Sekretaris Timsel Bawaslu Sulsel Tahun 2018 ini.

Menyinggung kesetiannya pada UMI, sebagai wujud kecintaanya ke almamater, saat ujian promosi doktor di bidang ilmu agama Islam Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Islam (UIN) Alauddin Makassar di Gedung PPs UIN Alauddin, Rabu (30/10-2013) dia membahas Pembelajaran Bahasa Arab di UMI.

Disertasinya yang dipertahankannya berjudul ”Problematik Penerapan Nazariyah Al-Furu dalam Pembelajaran Bahasa Arab di UMI”. Menurutnya, penerapan nazariyah al-furu sebagai teori bahasa Arab digunakan pada Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Sastra dan Pendidikan Bahasa Arab di Fakultas Agama Islam UMI.

Penerapan teori ini telah berlangsung lama sejak berdirinya UMIi dan dianggap efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran bahasa Arab.

Walaupun terbilang sibuk, namun hingga saat ini, Nurjannah yang merupakan alumnus Pesantren IMMIM Putri Minasate’ne Pangkep itu tetap aktif di sejumlah organisasi.

Diantaranya, Dewan Penasehat Fatayat NU Sulsel, Pengurus Muslimat NU Sulsel, Fasilitator Pelatihan Kepemimpinan Dispora Sulsel, Pengurus DPP IMMIM, Dewan Masjid Indonesia dan berbagai organisasi lainnya.

”Kami tetap aktif di berbagai organisasi, karena menyadari disitu banyak ilmu yang membangun kecerdasan emosional,intelektual dan kecerdasan spiritual/sosial. Selama ini, dalam organisasi itulah kami belajar banyak hal, termasuk Bagaimana Memahami Orang Lain, Konsep Jamaah Collectif Collegial serta manfaat jaringan (networking),” tuturnya.

Alhamdulillah, perpaduan ilmu dari berbagai organisasi itulah yang sangat mendukung kerja-kerja kami sebagai Kepala Humas UMI,” ungkap Nurjannah yang juga pengurus organisasi Perempuan Pemimpin Makassar (FPPM) dan pernah ikut program Australia Award Short Course Scholarship for Muslim Women Leadership tahun 2017 di Australia. (arf).

 148 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *