EDUKASITERKINI.COM.MAKASSAR—Pengurus Masjid Lantja Abduh Massi (LAM) kerjasama Pengurus IKA SMANLI 87 peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid LAM, Jln.Swadaya No.1 Makassar, Sabtu (30/10).

Kegiatan dihadiri, Pengurus/pengelola Masjid LAM, H. Syarif Pattola, pengurus dan anggota IKA SMANLI 87, sejumlah pengurus DPP IKA SMANLI, termasuk H Islamuddin, pengurus/anggota Majelis Taklim Masjid LAM serta alumni SMANLI lintas angkatan.

Suasana Maulid Nabi Muhammad tersebut disemarakkan lantunan salawatan menampilkan tim Majelis Taklim Masjid LAM. Rangkaian acara, tampil pula melantunkan salawatan, tim Majelis Dzikir Hikmah dipimpin UstadzBeddu. Para hadirin/undangan pun diajak turut serta melantunkan salawatan.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr Ir Rudi Latif,MM yang didampingi Hj Kasmawati dan Andi Ratna menjelaskan, peringatan maulid merupakan agenda rutin tahunan Pengurus Masjid LAM bersama Pengurus IKA SMANLI 87.

”Tujuannya, untuk lebih mengaktualkan serta lebih memahami ajaran agama Islam yang dibawa dan pernah dipraktikkan Nabi Muhammad SAW di masa hidupnya,” kata Ir Rudi Latif.

Dalam kesempatan tersebut, Rudi Latif berterima kasih banyak kepada seluruh pihak terutama pengurus masjid LAM dan teman-teman keluarga besar alumni dari IKA SMANLI 87 yang telah berperan aktif. Hasilnya, acara berlangsung sukses sesuai rencana. Kepada para hadirin, terima kasih banyak telah memenuhi undangan kami.

Sementara itu,Ustadz Abdul Halim Paggo,S.Ag dalam hikmah maulid Nabi menandaskan,salah satu sifat Rasulullah Muhammad SAW adalah fathanah (cerdas). Untuk itu seseorang yang mengaku Islam haruslah cerdas.

”Salah satu syarat untuk cerdas, haruslah banyak membaca, apalagi wahyu pertama turun, memang perintah membaca. Makna perintah membaca disini, dalam artian yang luas. Bukan hanya mampu membaca yang tertulis, tapi, kita juga dituntut membaca hal yang tak tertulis atau tersirat,” kata Abdul Halim Paggo.

Dengan adanya kecerdasan dan kemampuan membaca hal yang tak tertulis, tentunya akan lebih memperkuat keyakinan kita terhadap betapa kuasanya Allah Swt. Salah satu contoh yang tak tertulis sebagai bukti kuasanya Allah Swt, adalah berkedipnya mata. Coba bayangkan, kalau mata kita tak bisa berkedip atau terbuka terus, pastilah kita akan tersiksa, tutur Abdul Halim Paggo.

Kegiatan maulid diakhiri shalat dhuhur berjamaah. Tampak jamaah memadati lantai satu dan lantai 2 Masjid LAM dilanjutkan pembagian telur dan bingkisan khusus kepada para undangan. (muhammad arafah).

 125 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *