EDUKASITERKINI.COM.GOWA–Mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Angkatan XXIII tahun 2021 di Kelurahan Romang Polong Gowa gelar Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi, Senin (1/11/2021) di Kantor Kelurahan Romang Polong.

Sosialisasi ini, salah satu realisasi program kerja mahasiswa KKP Unismuh. Kegiatan dibuka Lurah Romang Polong Gowa, Andi Mappatunru, S.Sos dan dipandu moderator mahasiswa KKP, Gunawan.

Narasumber, dosen Fisip Unismuh Makassar, Dr.Muhammad Yahya, M.Si. Peserta kegiatan, aparat Kantor Lurah, Kepala Lingkungan serta Karang Taruna dan undangan lainnya.

Lurah Romang Polong, Andi Mappatunru, S.Sos saat pembukaan sangat merespon kegiatan mahasiswa KKP Unismuh, karena memberi pengetahuan dan informasi ke jajaran pemerintah kelurahan mengenai nilai nilai anti korupsi.

Sosialisasi ini menurut Andi Mappatunru akan memacu aparat kelurahan dalam melayani masyarakat setiap saat untuk menghindari kegiatan pelayan yang mengarah pada tindakan korupsi.

Dr Muhammad Yahya saat paparan menegaskan, praktek korupsi sangat merugikan negara dan rakyat. Data yang dikutip dari ICW 2020 mengungkapkan, hingga 2020 terdapat, 1.298 kasus korupsi dengan kerugian negara Rp. 56,7 Trilyun.

Peradaban suatu bangsa akan hancur dan punah kalau praktik budaya korupsi massif di semua kalangan. Hal yang lebih menyedihkan, mentalitas korup pengelola negara akan pengaruhi generasi muda yang akan jadi harapan masa depan bangsa ini, kata peserta TOT Impelementasi Pendidikan Anti Korupsi diselenggarakan LLDIKTI IX Sulawesi Juli 2019 ini.

Praktek tindakan korupsi terjadi disebabkan beberapa faktor. Diantaranya soal kebutuhan hidup yang lebih besar dari pendapatan tetap, keserakahan dan sistem pada lingkungan kerja yang mendukung melakukan praktek korupsi, tandas Doktor Sosiologi Politik PPs-UNM ini.

Untuk menghindari praktik korupsi, kejujuran dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat menjadi hal yang senantiasa dikedepankan, tandas Wartawan Politik Harian Pedoman Rakyat pada masanya ini.

Salah seorang peserta sosialisasi, Drs Muh Hasan Gassing menegaskan, praktek korupsi berlangsung pada aparat pemerintah yang mengelola dana publik.

Praktik korupsi ini terjadi karena kelemahan iman dan taqwa di kalangan jajaran aparat pemerintah yang melayani masyarakat, tandas Kepala Lingkungan Garaganti Romang Polong ini.

Mahasiswa yang melaksanakan KKP di kelurahan ini 8 orang. Diantaranya, Muh Naldi dari prodi Ilmu Administrasi Negara, selaku Kordinator Kelurahan. Annisa Almaulidia Rukka (Ilmu Pemerintahan) selaku sekretaris), anggota; Gunawan (Ilmu Pemerintahan). Ringgo Malik, Fitriani Amir, Ika Arianing, Andi Yusril Reza Fahrezy, Semi Amrin (Ilmu Administrasi Negara).

Para mahasiswa ini selama masa KKP didampingi dosen supervisor Kecamatan Sombaopu Gowa, Syukri, S.Sos, M.Si.

Peserta KKP tahun ini 305 mahasiswa FISIP Unismuh Makassar. Mereka ditempatkan di Gowa dan Kota Makassar. Ada juga di Kantor KPU Pusat, Bawaslu serta DKPP. (rls).

 144 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *