EDUKASITERKINI.COM.MAKASSAR—Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN) Bau-bau Sulawesi Tenggara bersama rombongan kunjungan kerja (kunker) ke UMI, Kamis (4/11).

Dalam kunjungan tersebut Rektor UNIDAYAN, Ir H LM Sjamsul Qamar,ST,MT dan rombongan diterima Rektor UMI, Prof Dr H Basri Modding di lantai 9, Menara UMI Jl.Urip Sumoharjo. Hadir mendampingi para Wakil Rektor jajaran UMI. Turut hadir, WD 1 Fak. Kedokteran.

Rektor UMI, Prof Dr Basri Modding dalam sambutan penerimaan menjelaskan, sejarah mencatat, salah satu pendiri UNIDAYAN adalah La Ode Manarfa yang merupakan orang UMI. Sehingga, ikatan emosional UNIDAYAN dengan UMI sangat erat.

Dengan demikian, lanjut Basri, tamu yang datang kali ini sesungguhnya adalah saudaranya UMI. Dikatakannya, UMI yang kini terakreditasi INSTITUSI UNGGUL sangat terbuka dengan pihak manapun untuk kerjasama dalam rangka kemajuan bangsa indonesia.

Rektor UMI menegaskan,alhamdulillah, UMI meraih akreditasi INSITUSI UNGGUL berkat kerja-kerja berjamaah. Tak ada satu keputusan apapun yang diambil, tanpa dirapatkan.

Saat ini UMI membina 13 Fakultas dan Program Pascasarjana dengan 58 Program Studi. Terdata 9 Prodi UNGGUL,13 Prodi akreditasi A, 35 akreditasi B, ujarnya.

Sementara itu Rektor UNIDAYAN, Ir H LM Sjamsul Qamar,ST,MT mengatakan, puluhan tahun silam, banyak generasi muda Bau-bau ingin lanjut ke Perguruan Tinggi (PT) namun saat itu di Kolaka belum ada PT. Solusinya, banyak putra-putri harus ke Makassar atau ke Jawa. Akhirnya, La Ode Manarfa mendorong pendirian Perguruan UNIDAYAN tahun 1982.

”Saat ini UNIDAYAN rintis pembukaan Fakultas Kedokteran dan telah kunjungi Konsil di Jakarta dan aturan membuka peluang Fak. Kedokteran di wilayah tertentu. Tindak lanjutnya panitia yang terbentuk berkeinginan UMI kelak berperan sebagai pembina” kata Rektor UNIDAYAN, Ir H LM Sjamsul Qamar,ST,MT.

Dibagian lain Sjamsul Qamar mengemukakan, terkait peningkatan SDM, mungkin pula ada kerjasama penelitian dalam berbagai bidang akademik. Apalagi UMI miliki Program S3. Kami mengetahui persis saat ini UMI menyandang predikat INSTITUSI UNGGUL. Untuk itu sangat diharapkan nilai UNGGULNYA dapat berefek positif pada UNIDAYAN.

Menanggapi harapan tersebut, Rektor UMI merespon positif. Dikemukakannya, Insya Allah, terbuka peluang untuk jalin kerjasama. Beberapa waktu lalu, rektor Unhalu, Kendari juga kunker ke UMI. Alhamdulillah, baru-baru ini 65 mahasiswa asal Unhalu sukses menyelesaikan studi di UMI.

”Untuk S3 di UMI, sangat terbuka peluang tertama bagi bagi putra-putri Bau-bau terutama bagi tenaga akademik UNIDAYAN. Mahasiswa S3 dapat kuliah secara daring. Selanjutnya, ketika akan ujian, barulah datang ke kampus UMI,” tandas rektor UMI.

Sementara itu, Prof Dr Ir Hatta Fattah, Wakil Rektor 5 UMI Bidang Kersama menegaskan, UMI welcome dan terbuka untuk jalin kerjasama dan berkolaborasi. Hanya saja, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) di UMI, tiga bulan pasca penandatanganan MoU, harus ada kerja nyata dalam bentuk aksi lapangan.

”Bagi UMI, tujuan dari pembentukan SOP tersebut, mengantisipasi terjadinya penumpukan naskah kerjasama tanpa realisasi kerja lapangan. Untuk itu, sebelum MoU, sangat perlu dirinci pointer mengenai bidang yang yang akan dikerjasamakan,” tandas Hatta Fattah. (arf).

 117 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *