EDUKASITERKINI.COM.MAKASSAR—Alhamdulillah, UMI sebagai Perguruan Tinggi terakreditasi Institusi Unggul kembali mengukir prestasi. Berdasarkan data Dikti, UMI tercatat peringkat ke-19 dalam proses pembelajaran secara online atau Learning Manajemen System (LMS) dari 4000 lebih PTN/PTS seluruh Indonesia.

Hal itu dikemukakan Rektor UMI, Prof Dr H Basri Modding di Lantai 9 Menara UMI, Jln. Urip Sumoharjo, Senin (15/11).

Rektor UMI yang didampingi, Prof Dr Ir Hatta Fattah, Wakil Rektor V Bidang Kerjasama itu menambahkan. Tiga semester terakhir, terutama di era pandemi covid-19, UMI memang gencar melakukan proses pembelajaran online menggunakan aplikasi kalam.umi.ac.id. Sehingga peringkat UMI pernah sangat tinggi secara nasional.

Penggunaan aplikasi kalam.umi.ac.id sangat positif hasilnya, karena sangat membantu proses perkuliahan mahasiswa. Apalagi, mahasiswa UMI saat ini, bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga skala internasional. Itu terjadi, karena UMI jalin kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri, sehingga sering berlangsung kuliah bersama dengan Pahang University di Malaysia, kata Rektor UMI.

Dikatakannya, berkat hasil kerjasama dengan Medcom, saat ini mahasiswa UMI tersebar dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk di Aceh. Jadi UMI terima mahasiswa dari luar LLDikti Wilayah IX. Mereka itu kuliah secara online. Selanjutnya, ada fasilitas, nanti saat ujian proposal barulah ke kampus UMI.

”Diakui, saat ini UMI sangat besar tantangannya sebagai penyandang akreditasi Institusi Unggul. Berbagai prestasi yang diraih UMI itu, berkat hasil kerja berjamaah, dilandasi keterikataan kebersamaan kuat dari para jamaah,” tandas Basri Modding seraya mengungkapkan, sejak menjabat rektor, pihaknya prioritas dan sangat konsen dalam hal pengembangan Informasi dan Teknologi (IT).

Secara terpisah Wakil Rektor 1 UMI, Dr H Hanafi Ashad menjelaskan, hasil pemantauan Dikti terhadap lalu-lintas pembelajaran secar online yang dikemas dalam Learning Manajemen System (LMS) yang terintegrasi sistem pembelajaran SPADA Indonesia serta sistem pembelajaran daring Dikti, dalam sepekan terakhir memang telah dirilis Dikti.

Hasilnya cukup menggembirakan, UMI peringkat ke-19 tingkat nasional . Jumlah lalu-lintas pembalajaran LMS di UMI menggunakan kalam.umi.ac.id sesuai rekaman Dikti tercatat 87.722 aktivitas.

”Angka tersebut merupakan lalu-lintas terbilang pesat di semester ini. Jika angka 87.722 ini dibagi kepada 900 dosen UMI, berarti terdapat 96 aktivitas dosen melalui LMS. Bisa dibayangkan, sorang dosen mengakses 96 aktivitas,” kata Hanafi.

Dengan demikian, dapat dikatakan, di atas 50 persen dosen UMI menggunakan LMS. Tak menutup kemungkinan, dari LMS tersebut, ada yang dapat diakses mahasiswa dan dosen dari Perguruan Tinggi lain, kata WR 1.

Hanafi mengungkapkan, UMI senantiasa mendorong, agar kedepan para dosen mampu buka akes, sehingga materi perkuliahannya dapat diakses orang lain.

Angka 87.722, inilah aktivitas LMS di UMI yang terekam Dikti. Bahkan, awal-awal pandemi, posisi LMS UMI yang terekam Dikti, UMI pernah berada di urutan antara posisi 4 dan 7. Begitu grafik pandemi covid-19 menurun, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia juga melakukan percepatan LMS di kampusnya.

”Kita berharap intensitas LMS UMI ke depan akan makin meningkat LMS. Apalagi UMI sudah canangkan, tak akan ada lagi pembelajaran 100 persen tatap muka. Dengan demikian, pola perkuliahan akan menggabungkan sistem tatap muka dan online,” tandas Hanafi Ashad. (muhammad arafah).

 103 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *