EDUKASITERKINI.COM.MAKASSAR—Alhamdulillah, Dr Hadawiah,SE,M.Si, Dosen Prodi Komunikasi Fakultas Sastra UMI, Makassar dapat amanah presentase pada temu ilmiah Siberkereasi kerjasama Kemenkoinfokom via daring, Kamis 18 November 2021.

Temu ilmiah yang dipusatkan di Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara itu, Dr Hadawiah paparkan materi, Digital Culture: Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital.

Kegiatan yang mendapat apresiasi positif dari berbagaikalangan itu diikuti 323 peserta. Mereka dari kalangan guru, siswa,orang tua siswa dan sejumlah mahasiswa, tandas Hadawiah.

Dr Hadawiah yang juga alumnus Doktoral Komunikasi Universitas Pajajaran itu menjelaskan, budaya digital merupakan cyber culture, budaya teks berkesinambungan. Itu didukung fakta, bahwa teknologi digital memungkinkan fleksibel dan kesempatan bagi pengguna menambahkan menggunakan teks media.

Transformasi digital bermakna, penggunaan teknologi untuk mentarsnformasikan proses analog menjadi digital.

Dikatakannya, saat ini, kita mengalami digitalisasi semua bidang dalam hidup kita. Baik dalam bidang bisnis,hiburan pendidikan dan aspek lainnya.

Literasi digital itu, pengetahuan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi,menggunakan,membuat informasi serta memanfaatkannya.

Mantan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMI itu menambahkan, di era teknologi informasi saat ini, mafaat internet bagi tenaga pendidik dan anak didik sangatlah besar. Berfungsi sebagai wadahmencari informasi, tempat belajar baru. Selain itu memudahkan mencari referensi dan menunjang proses belajar. Tak kalah pentingnya akan mengoptimalkan penggunaan bahasa asing, sarana pendidikan jarak jauh dan harga relatif murah.

Menyinggung tips belajar dari rumah, Hadawiah yang juga mantan jurnalis itu mengungkapkan, belajar online harus didukung suasana ruangan lebih menyenangkan, sediakan tempat yang nyaman untuk belajar. Selain itu,

siapkan alat belajar, pastikan koneksi internet baik, sediakan cemilan, jauhkan benda yang potensi membuat kurang fokus serta pastikan pencahayaan ruangan juga bagus.

Agar hasil pembelajaran online lebih optimal, seorang guru juga harus punya persiapan matang. Diantaranya, guru harus harus mampu manfaatkan media teknologi, membuat pembelajaran online yang terencana, menjadikan anak didik tetap berkonsentrasi, menyampaikan nasihat ke anak didik.

Tak kalah pentingnya, guru perlu memotivasi orang tua agar ikut aktif. Selanjutnya, siapkan rangkuman materi ajar, metode pembelajaran aktif dan menyediakan provider internet terbaik, tandas Hadawiah.

Terkait tips, agar materi diserap optimal, upayakan media variatif, gunakan media yang dapat interaktif, materi sebaiknya dibaca dulu oleh siswa, menghidupkan kamera, dengan media variatif dan live, tandasnya.

”Perlu dipahami, pendidikan itu, salah satu penggerak transformasi budaya yang kini ditandai digitalisasi sebagai culture digital. Hendaknya kita semua lebih kreatif,inovatif bermedia dan memanfaatkan media secara bijak,sopan,santun serta menyenangkan,” tandas Hadawiah. (muhammad arafah).

 131 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *