MAKASSAR.EDUKASITERKINI.COM—Kegiatan Ilmiah Internasional membahas isu-isu dan perkembangan ilmu kebidanan dan penyakit kandungan yang update dikemas dalam 2nd MoU dibuka Dekan FK Unhas Prof. Dr. Budu, SpM(K), Ph.D, M.Med.Ed .

Kegiatan MOU kedua berlangsung 26 – 28 November 2021 secara virtual ini terdiri dari berbagai rangkaian acara.

Diantaranya, Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Webinar Awam bertema ”Kesehatan Reproduksi di Masa Pandemi” Jumat 26 November 2021, jumlah peserta 370 orang.

Selanjutnya, 6 Workshop, 26 November 2021 secara paralel yakni, Deteksi dan penanganan ruptur perineum (Grade 1-4), Intrauterine Insemination, Hormonal contraception update, Ultrasound demo of case studies of high risk pregnancy.

Kemudian kegiatan Update skrining kanker serviks, dan Skiring terkini kehamilan risiko tinggi dengan pemanfaatan buku KIA yang optimal. Total peserta workshop untuk seluruh kegiatan itu 560 orang.

Kegiatan lainnya, simposium 27-28 November 2021, terdiri dari Simposium di Hari pertama, Sabtu 27 November 2021 bertema,kesatu-fertilitas endokrin dan reproduksi, kedua- Ginekologi Onkologi, ketiga-Fetomaternal dan 4 keynote lecture (challenge in managing post partum hemorrhage during covid era, hysteroscopy in obstetric and gynecology, dan improving preoperative diagnosis in endometrial cancer).

Hari pertama, Minggu,28 November 2021 tema: 1. Uroginekologi tekonstruksi, 2 keynote lecture (do we kill the embryo, screening plasenta acreta spectum disorder with various modalities in 1st, 2nd and 3rd trimester of pregnancy, dan anesthesia management for placenta acreta spectrum), Lunch simposoum (peran nutrisi pada masa prakonsepsi dan kehamilan), dan meet the expert (the past, present and future of women reproductive hormone therapy.

Selain temu ilmiah, kegiatan MOU juga dimeriahkan Lomba: fotografi, menyanyi, dan puisi
dan ditutup acara Reuni dan Temu alumni 28 November 2021 secara virtual.

Kegiatan MOU menghadirkan narasumber internasional dan Nasional. Peserta diikuti Bidan, mahasiswa kedokteran, dokter dan dokter SpOG.

Ketua panita Dr. dr Nugraha UP, SpOG(K) menjelaskan, MOU ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan bidan, dokter dan Spesialis Obgin. Terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan Obgin dan menurunkan angka kesakitan serta kematian Ibu dan anak di Indonesia. (rls).

 146 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *