MAKASSAR.EDUKASITERKINI.COM—Fakultas Farmasi Universitas Mega Rezky (UNIMERZ) gelar pelantikan dan pengambilan Sumpah Apoteker angkatan pertama di Hotel Arthama Makassar, Sabtu (27/11).

Hadir Komite Farmasi Nasional-Apt. Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, M.M., Sekjen Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia-Apt. Noffendri. S.Si., Rektor Unimerz-Prof. Dr. dr. Ali Aspar Mappahaya, Sp.Pd., Sp.Jp(K).

Turut hadir, Dekan fakultas farmasi-Dr. apt. Jangga. M. Kes., Ketua Prodi Apoteker-Dr. apt. H. Saparuddin Latu, S.Si., M.H., M.Kes., Plt. Kadiskes Provinsi Sulsel- dr.Arman Bausat, Sp.B,OT (K) Spine, Balai POM Makassar,

Pengurus Daerah IAI Sulsel, Ketua PC. IAI Makassar, serta perwakilan wahana RS, Apotek, PBF, Industri, IFK dan PKM.

Tiga Apoteker lulusan Kabupaten Jeneponto yang disumpah Komite Farmasi Nasional. Diantaranya Apt. Amal Bakti, S. Farm., Apt. Hermawati, S. Farm., Apt. M. Jufri. H.M.,S. Farm.Mereka yang lulus apoteker tahun ini kerja di pelayanan kesehatan Puskesmas Arungkeke, Puskesmas Bontomatene dan Dinas Kesehatan Kab. Jeneponto.

Perwakilan Apoteker Amal Bakti, S.Farm. mengatakan, apoteker profesi mulia yang bertanggung jawab besar terhadap nyawa orang banyak. Diharapkan ilmunya diabdikan dan diamalkan bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Apoteker yang bertugas di Puskesmas Arungkeke ini berterima kasih ke Rektor Unimerz, Dekan Fakultas Farmasi, Ketua prodi profesi apoteker dan jajaran, dosen-dosen pengajar dan terkhusus, kedua orangtua dan keluarga.

Kasi Kefarmasian dan Alkes Dinkes Jeneponto – Apt. Arianti Arief, S. Si. berharap, pasca pelantikan dan penyumpahan apoteker, akan membawa perubahan lebih baik. Ketiga lulusan apoteker ini merupakan mitra kerja di bawah naungan Dinkes Jeneponto.

Sekjen PP. IAI, Apt. Noffendri. S.Si., mengatakan, penyumpahan Apoteker ini sejarah baru UNIMERZ dengan lahirnya sembilan orang Apoteker baru untuk pertama kalinya.

Secara nasional, tingkat kelulusan Apoteker hanya 70% dibanding tahun sebelumnya. Dia berharap Apoteker yang baru lulus Ujian Kompetensi dan mendapat gelar Apoteker tetap memberikan dukungan dan support kepada teman-teman lain yang belum lulus agar bisa mengikuti ujian berikutnya.

Komite Farmasi Nasional diwakili Apt. Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, M.M., yang juga Ketua PP. IAI, mengatakan dalam menjalankan profesi apoteker, harus profesional dan bertanggungjawab. Seorang apoteker harus mampu menyenangkan orang lain.

Rektor UNIMERZ, Prof. Dr. dr. Ali Aspar Mappahaya, Sp.Pd., Sp.Jp(K) menegaskan, apoteker harus mampu menjaga keprofesionalannya dari profesinya agar tak terlibat ke hal-hal yang yang bisa merusak kode etik apoteker. (rls).

 100 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *