EDUKASITERKINI.COM.MAKASSAR—Untuk menemukan dan mempertegas berbagai argumentasi hukum dalam merespon perkembangan digitalisasi hukum secara global, Fakultas Hukum UMI gelar Webinar Internasional, Sabtu (4/12) di Aula Hijaz Fakultas Hukum UMI, Kampus II UMI Jln. Urip Sumoharjo, Makassar.

Temu ilmiah yang dipandu, Prof Hery Susetyo,SH.LL.M,M.Si,Ph.D (dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu) mengusung tema ”Eksistensi Digitalisasi Hukum Dalam Memberikan Penguatan Terhadap Perkembangan Hukum Kontemporer”.

Narasumber webinar dari dalam dan luar negeri. Diantaranya, Prof. Abu Bakar Munir (International Islamic University of Malaysia), Prof. G.S Bajpai (Rajiv Gandhi National Unversity of Law, Punjab India), Prof. David Price (Charles Darwin University Australia, Prof. Jaco Barkhuizen (University of Limpopo South Africa) dan Assoc. Prof. Dr. Edmon Makarim, S.Kom, SH, LLM (Dekan Fakultas Hukum Univ. Indonesia);

Rektor UMI, Prof Dr H Basri Modding saat sambutan pembukaan mengemukakan, webinar internasional ini sangat positif. Temu ilmiah ini salah satu ajang tukan menukar informasi dari kalangan akademisi.

Pembukaan webinar dihadiri Wakil Rektor IV Dr HM Zain Irwanto, WR 3 Dr HM Nasrullah Arsyad,SH,MH, Dekan Fakultas Hukum UMI, Prof Dr H Laode Husen SH,MH, para wakil dekan Hukum, para dosen dan mahasiswa.

”Perkembangan era digitalisasi saat ini sangat banyak pengaruhi berbagai aspek kehidupan. Termasuk ke depan, ada kemungkinan mahasiswa hukum mungkin akan berkurang. Terkait itu UMI telah bersepakat akan melakukan pembelajaran advokasi,” tandas rektor.

Turut memberikan sambutan, Kemenkominfo diwakili Prof Henri Subiakto,SH selaku staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kemenkoinfo RI.

Sebelumnya Ketua Panitia Webinar Internasional, Dr. H. Askari Razak, SH. MH melaporkan, Webinar ini salah satu rangkaian kegiatan milad ke-50 Tahun FH UMI tepatnya, 2 Januari 2022.

Kegiatan dimaksudkan bentuk responsivitas fakultas Hukum UMI untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan dan membangun ilmu pengetahuan serta mentrigger spirit ilmu pengetahuan hukum di era digital.

”Itu dalam rangka merealisasikan fungsi PT sesuai amanat konstitusi dan UU No. 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi,” kata Askari.

Era digital adalah derivasi dari industry revolution four poin Zero (4.0) yang saat ini telah menembus batas konvesional prilaku dan peradaban hukum di abad modern ini.

Oleh karena itu, Fakultas Hukum UMI sebagai suatu institusi pendidikan yang berkonsentrasi dan berkontribusi dalam pendidikan intelektualitas hukum kontemporer, harus mampu menyatakan eksistensinya di dalam pembangunan hukum nasional maupun global.

Terkait itu telah diwujudkan dengan menghadirkan international class sebagai pengejawantahan UMI menjadi word claas university. Sekaligus mengartikulasi kehadirannya dalam rivalitas pembangunan hukum global.

Webinar diikuti lebih dari 500 peserta dalam dan luar negeri. Diantaranya yang telah diundang, dariTurki, Romania, Hongkong, Brunei Darussalam, Malaysia dan Miyanmar.

Peserta webinar berasal dari berbagai jenjang dan latar belakang. Termasuk mahasiswa FH UMI, Mahasiswa PPS UMI, baik tingkat Doktoral (S3), maupun Magister (S2) IlmuHukum, Alumni Fak. Hukum UMI,serta peserta umum. (arf).

 131 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *