MAKASSAR.EDUKASITERKINI.COM—Nurjannah Abna sebagai Ketua Tim Peneliti bersama tim melaksanakan Seminar Hasil Tingkat Fakultas dalam rangka Desiminasi Hasil Penelitian di Ruang Rapat Fakultas Sastra (FS)

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 Makassar, Kamis (23/12/2021). Desiminasi Hasil Penelitian ini merupakan Kegiatan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian.

Judul penelitiannya, “Tantangan (Challenges) dan Kesempatan (Opportunities) Peningkatan Mutu Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Muslim Indonesia”.

Tim Peneliti tersebut adalah Dr. Hj. Nurjannah Abna, SS.,M.Pd. selaku Ketua Tim Peneliti, dan Anggota peneliti adalah Rezky Aulia Yusuf, SKM.,MS., Awaluddin Syamsu, S.Pd.I.,MA.Tesol., Dr. Nurmiati Muchlis, SKM.,M.Kes. dan Dr. H. M. Ishaq Shamad, MA.

Seminar ini menghadirkan Dekan Fakultas Sastra UMI, Para Wakil Dekan, Para Ketua Program Studi, Dosen Pengampu Mata Kuliah MBKM, Tenaga Kependidikan dan LP2S UMI.

Dekan FS UMI Prof. Dr. H. M. Basri Dalle, M.Hum. dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Tim Peneliti yang meloloskan hasil pemikirannya hingga tingkat nasional melalui Kemendikbud Ristek.

“Kami selaku pimpinan Fakultas Sastra UMI berharap lebih banyak lagi dosen yang mewakili FS UMI dalam menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang peneliti”, harapnya.

Ketua Tim Peneliti Dr. Hj. Nurjannah Abna, SS.,M.Pd menjelaskan bahwa Program Merdeka Belajar-kampus Merdeka (MBKM) memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa.

Selain itu mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya sehingga menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman.

Dalam penerapan program MBKM setiap universitas tentunya memiliki tantangan dan hambatan yang sangat variative, termasuk Universitas Muslim Indonesia. Upaya konstruktif secara nyata dibutuhkan dalam rangka mengatasi masalah.

Oleh karena diperlukan kajian mendalam terhadap Tantangan, peluang dalam upaya peningkatan mutu program MBKM-pertukaran pelajar di Universitas Muslim Indonesia.

Penelitian ini menggunakan metode mixed method study dengan jenis Cross sectional study dan kualitatif studi dengan pendekatan indepth interview, Focus Group Discussion (FGD) dan pengisian data kinerja MBKM. Responden dalam penelitian ini, seluruh mahasiswa yang mengikuti program MBKM- pertukaran pelajar yang berjumlah 30 orang. Dosen Pengampu mata kuliah MBKM, Tendik dan Pimpinan Lingkup Fakultas dan Universitas.

Hasil yang diharapkan sebagai data base penyusunan rekomendasi dalam rangka perbaikan program MBKM secara berkelanjutan dan menghasilkan informasi yang penting dalam rangka penyusunan rekomendasi solusi dan upaya konstruktif mengatasi masalah penerapan program MBKM-pertukaran pelajar di Universitas Muslim Indonesia.

Hasil survey dari mahasiswa, diantaranya menyatakan 50 % menyatakan setuju mengikuti program MBKM pertukaran belajar dapat menambah wawasan khususnya bidang ilmu peserta program MBKM dan 33 % menyatatakan sangat setuju, 13,3 netral.

Sementara, 60 % mahasiswa setuju dosen pengampu mata kuliah MBKM di UMI memberi materi/keterampilan baru yang belum pernah didapatkan, 20 % sangat setuju, 16,7 netral.

Responden dari unsur mahasiswa menyatakan 56,7 % setuju senang mengikuti program MBKM, menambah berbagai ilmu baur yang dapat mendukung karir mereka kelak di masyarakat, dan 40 % setuju, 3,3 setuju. Sementara itu, 46, 7 % menyatakan dapat beradaptasi dengan budaya yang berlaku di UMI dan tidak kesulitan dalam berkomunikasi sesame peserta mata kuliah dalam program MBKM.

Selain itu UMI pembelajaran menggunaan e learning dengan kalam.umi.ac.id Hal ini juga didukung dengan Peraturan Rektor UMI no. 4 tahun 2020 tentang Peraturan Akademik UMI 4 dan Peraturan Rektor UMI no. 7 tahun 2020 tentang penyelenggaraan MBKM di UMI,

Kebijakan yang mendukung pencapaian pembelajaran yaitu semua proses pembelajaran termasuk materi dan pemberian tugas-tugas menggunakan LMS UMI, kalam.umi.ac.id.

Dosen pengampu MK-MBKM di Prodi telah disiapkan dengan mengikuti sosialisasi sebelumnya yang memang diinisiasi oleh pimpinan Program, MKBM memberi peluang memperluas jejaring antara univeritas dan prodi.

Namun demikian dalam penerapan program ini masih ditemukan berberapa tantangan. Program MBKM merupakan program baru sehingga kesiapan mahasiswa dalam beradaptasi dan memilih mata kuliah di perguruan tinggi yang dituju. Juga perlu mendapatkan pendampingan dengan kaprodi perguruan tinggi asal, perlunya role

model dari pemerintah dalam program ini, perlunya sosialisasi intens dari pemerintah termasuk dalam memberikan penilaian akhir.

Selain itu, dosen pengampu mata kuliah MBKM perlu diberikan pelatihan, sehingga mereka lebih siap dalam mengajar Program ini bagus sekali hanya perlu disiapkan lebih matang sehingga pencapaian tujuan sebagaim,ana harapan Pak Menteri dapat dicapai.

Pada kesempatan tersebut, Nurjannah Abna yang juga Dosen FS UMI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dan support Pimpinan Fakultas Sastra, Dosen dans Tendik atas kelancaran kegiatan Deseminasi Hasil Penelitian kami.

Semoga masukan dan tanggapan para hadirin dapat lebih menyempurnakan Penelitian kami”, ucapnya.

Nurjannah Abna menambahkan, kelak seluruh masukan dan tanggapan hadirin akan kami catat dan masukkan ke dalam laporan penelitian sebagai perbaikan dan Peningkatan Mutu Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), urai Alumni FS UMI ini. (rls).

 99 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *