EDUKASITERKINI.MAROS.COM– Kegiatan PkM dilakukan dalam pengabdian ini berupa Pengolahan kacang tanah menjadi selai kacang bagi masyarakat mitra untuk menambah pendapatan petani di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.

Dengan mengikuti kegiatan yang dilakukan Ramlawati, Jeni Kamase ini diharapkan para petani dapat memanfaatkan Kacang tanah hasil budidaya yang tidak mengenal musim dan banyak terdapat disekitar desa menjadi produk lain (Selai Kacang) yang apabila dijual dapat menambah pendapatan masyarakat mitra. Kata Kunci: Kacang Tanah, Selai Kacang

Kacang tanah merupakan tanaman yang banyak ditanam di Indonesia karena kondisi tanah dan suhunya yang cocok. Selain itu kacang tanah juga memiliki harga jual yang lumayan tinggi sehingga dapat dijadikan usaha yang mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Komoditas ini juga dapat ditanam di sela-sela tanaman lain sehingga dapat menghemat biaya dan memaksimalkan kondisi lahan.Kacang tanah dapat tumbuh baik di ketinggian 50-500 mdpl, namun tanaman ini bisa beradaptasi hingga ketinggian 1500 mdpl.

Jenis tanah lempung berpasir, liat berpasir atau lempung liat berpasir sangat cocok untuk tanaman kacang tanah. Selain itu lahan harus memiliki kelembaban udara berkisar antara 65-75% dan pH tanah 6,5-7,0.

Salah satu komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan secara luas adalah kacang tanah. Permasalahan yang muncul dalam usaha kacang tanah ini awalnya adalah kurangnya inovasi produk berbasis kacang tanah. Selama ini, kacang tanah di Desa Pucak umumnya dijual dalam bentuk mentah saja atau hanya digoreng biasa.

Selain itu, dari segi pengemasan juga hanya digunakan bungkus plastik biasa sehingga tampilan kurang menarik. Permasalahan lain yang penting adalah mengenai pembukuan keuangan usaha dan pemasaran produk yang selama ini hanya bergerak di sekitar Desa Pucak. Oleh karena itu, melalui Program Kemitraan Masyarakat, dibentuk wadah kegiatan usaha yang bergerak dalam usaha produk berbasis kacang tanah.

Wadah kegiatan ini selanjutnya diberi pembinaan mulai dari diversifikasi produk berbasis kacang tanah, hingga pemasaran produk keluar Desa Pucak. Diversifikasi produk kacang tanah merupakan solusi dalam rangka memperluas ruang lingkup pemasaran produk (Yulifianti, dkk).
Produk olahan dari kacang tanah yang dapat diproduksi antara lain kacang bawang, kacang telur original, kacang telur pedas, dodol kacang, permen kacang dan selai kacang.

Untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan pengemasan dan strategi pemasaran yang baik. Pengemasan

dilakukan dengan laminating, vakum dan dalam kemasan kotak, agar dapat lebih menarik. Ramlawati, Jeni Kamase

Program Kemitraan Masyarakat ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga. Rentang usia peserta program mulai dari 18 – 45 tahun. Pelibatan ibu-ibu rumah tangga dalam kegiatan ini adalah di bagian produksi, pengemasan dan pemasaran.

Hal ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian dan khususnya komoditas kacang tanah. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pengolahan kacang tanah, selain karena masyarakat di desa ini memusatkan perhatiannya menggarap sawah atau berkebun, juga pengetahuan tentang pengolahan kacang tanah masih sangat minim (terbatas).

Namun dengan penerapan teknologi tepat guna (iPTEKS), pengolahan kacang tanah menjadi “selai” sebagai salah satu bahan makanan/pelengkap untuk sarapan dan bahan tambahan untuk pembuatan kue juga sumber pendapatan dapat dilakukan sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat setempat.

Persoalannya adalah masyarakat di desa belum mengetahui cara pengolahan kacang tanah menjadi “selai” ini melalui penerapan teknologi sederhana atau teknologi tepat guna (iPTEKS) sebagai sumber makanan tambahan yang bernilai ekonomis.

Untuk melakukan hal tersebut, maka perlu kiranya diperkenalkan kepada masyarakat cara pengolahan kacang tanah menjadi “selai” dengan menggunakan teknologi tepat guna (iPTEKS).
Berangkat dari uraian di atas, maka program kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui penerapan teknologi

(iPTEKS) yang salah satunya adalah pengolahan Kacang Tanah menjadi “Selai” pada masyarakat di desa Mitra menjadi sangat penting dilakukan dalam rangka mengajak masyarakat setempat untuk menggali potensi ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan dan nilai konsumsi.

Metode yang banyak dikembangkan dalam mentransfer inovasi adalah metode penyuluhan. Bentuk penyuluhan dapat dilakukan melalui interpersonal atau antarpersonal dengan tatap muka. Selain itu juga sebagai ajang sosialisasi program.

Metode ini dianggap efisien dan efektif dalam menyampaikan pesan-pesan program. Selain metode penyuluhan, metode lain yang sering digunakan adalah Metode Pelatihan. Metode pelatihan yang dikembangkan dalam program PKM ini meliputi dua bentuk pelatihan.

Diantaranya, Memilih atau mengetahui jenis Kacang Tanah yang akan dibuat Selai dan Pelatihan proses pembuatan produk Selai Kacang, mulai dari pemilihan bahan baku, sampai proses produksi Selai Kacang.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi kelompok mitra (Kelompok tani). Pelaksanaan PKM pada kelompok mitra petani penghasil Kacang tanah dengan pendekatan penyuluhan dan pelatihan.

Setelah kegiatan PKM ini dilakukan, diharapkan kelompok mitra mengetahui, Kacang Tanah dapat dijadikan produk lain yaitu Selai Kacang selain direbus, digoreng selama ini dibuat..

Selai Kacang dapat dibuat dengan mudah dan dijadikan sebagai salah satu usaha yang bisa meningkatkan pendapatan selain dikomsumsi sendiri sebagai isian roti .

Kacang tanah selain bermanfaat untuk kesehatan karena kandungan gizinya dapat juga jadikan usaha home industri untuk menambah pendapatan rumah tangga kelompok mitra, kata Ramlawati, Jeni Kamase. (rls).

 119 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *