MAKASSAR.EDUKASITERKINI.COM— Dosen Pengabdi, Dr. Nurmiati Muchlis, SKM.,M.Kes dan Dra. Nurbaeti, M.Kes beserta mahasiswa FKM UMI melaksanakan pengabdian masyarakat. Dia menjelaskan, Angka Kematian Ibu (AKB) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih merupakan isu masalah utama di bidang kesehatan.

Terkait hal tersebut, isu utama kesehatan tahun 2015-2019 menempatkan status kesehatan rakyat Indonesia pada setiap tahap kehidupan, mulai dari bayi hingga lansia (Menteri Kesehatan RI, Rakernas 2014).

Untuk itu, Dosen UMI laksanakan Pengabdian Masyarakat Pengembangan Inovasi Desa Sayang Ibu. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Moncongloe.

Daerah tersebut, merupakan daerah perbatasan antara Maros dan Makassar dengan unggulan,yaitu Inovasi Desa Sayang Ibu, dengan 3 (tiga) program utama yang ditawarkan.

Diantaranya, Penguatan peran ayah melalui penyelenggaraan Posyandu Ambo (Ayah Mantap Buah hati Oke), ToT Penyelenggaraan Posyandu Ayah kepada Bidan dan Kader Kesehatan.

Permasalahan pertama bidang kesehatan masyarakat, bagaimana meningkatkan peran keluarga terdekat dalam peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak?. Solusinya; Penyelenggaraan posyandu Ambo (Ayah mantap, Buah hati Oke).

Permasalahan kedua, bagaimana meningkatkan pemahaman calon kader Kesehatan dalam penyelenggaraa posyandu Ambo. Solusinya, ToT penyelenggaraan Posyandu Ambo.

Mitra kegiatan ini, Koordinator Bidan Desa Puskesmas Moncongloe. Ke depan diharapkan kegiatan ini akan berlanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Peran seluruh stakeholders dalam kelancaran kegiatan sangat dibutuhkan. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat mendapatkan dukungan dari Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia, kata Dosen Pengabdi, Dr. Nurmiati Muchlis, SKM.,M.Kes dan Dra. Nurbaeti, M.Kes. (rls).

 92 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *