EDUKASITERKINI.COM.MAKASSAR—Saat ini berbagai tantangan besar dihadapi perguruan tinggi di dunia, termasuk Indonesia. Kondisi itu, memaksa perguruan tinggi termasuk UMI harus bekerja cepat,tepat, berinovasi dan segera menyesuaikan diri.

Kondisi itu terkait perubahan budaya kerja, budaya mengajar dan aktif menciptakan berbagai inovasi pembelajaran dan penelitian. Pertimbangannya, pembelajaran dan penelitian merupakan tugas perguruan tinggi sesuai termaktub dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penegasan itu dilontarkan Rektor UMI, Prof Dr Basri Modding saat sambutan pada Rapat Senat Diperluas di Milad 50 tahun FH-UMI, Selasa (4/1) di Aula Hijaz, kampus II UMI.

Civitas academika UMI harus memiliki daya tahan. Dengan memiliki daya tahan, kita akan tetap survive dalam menghadapi berbagai tantangan. Apalagi jika ditunjang kemampuan daya cipta yang tinggi, tandas Rektor.

Menghadapi era pandemic covid-19, lanjut Rektor, jika tak ada daya cipta, kita pasti akan tertinggal perkembangan jaman. Alhamdulillah, berkat cipta kreasi, ekosistem pembelajaran di UMI tetap memiliki daya tahan tinggi.

Kemajuan revolusi industri 4,0 telah menggeser paradigma budaya belajar mengajar yang menunut berdaya saing tinggi (kompetitif). Alhamdulillah berkat daya saing tinggi, hasil survei menunjukkan, UMI kini masuk dalam urutan 100 perguruan Tinggi Islam Terbaik Dunia, tuturnya.

”Untuk itu, kami mengajak jajaran FH-UMI terus tingkatkan kerjasama/kolaborasi, agar ke depan, alumnus FH UMI akan lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi,” tandas Basri Modding.

Berbagai harapan itu akan terwujud, kata mantan Direktur Pascasarjana UMI tersebut, jika dalam proses pendidikan terjadi koordinasi antar fungsi (Inter Function Coordination).

Sementara itu, Dekan FH-UMI, Prof Dr H La OdeHusen,SH,MH menandaskan, sejak berdirinya FH-UMI 50 tahun silam (2 Januari 1972 -2 Januari 2022), alumninya 13.000 orang. Mereka itu menyebar diberbagai instansi dan profesi. Alumni FH yang tersebar mengabdi itu merupakan Mercusuar bagi almamaternya.

Alumni FH UMI yang kini berkiprah di level nasonal nasional cukup banyak, termasuk Dr Supratman Andi Attas (DPR-RI), Supriansa,SH,MH (DPR-RI), H Syarifuddin Sudding,SH,MH (DPR-RI), Prof Dr H Abdul Latif,SH,MH (Hakim Tipikor), H Andi Bakti Jufri,SH,MH (Kepala Badan Pertanahan di Bekasi, Jabar) dan sejumlah alumni lainnya yang tak sempat disebutkan satu persatu, ungkap Mantan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI itu.

Untuk menunjang kualitas pendidikan, apalagi kepercayaan masyarakat untuk menimba ilmu di FH UMI terus meningkat, kata La Ode Husen, saat ini FH UMI yang membina 3.200 mahasiswa membangun gedung enam lantai dan tahap perampungan. Direncanakan, Tahun Akademik 2022/2023 pembangunan gedung 6 lantai itu akan rampung 100 %.

Rangkaian kegiatan, berlangsung penghargaan kepada para mantan Dekan FH-UMI. Dilanjutkan oras alumni FH-UMi dan angkatan 1983, Dr HM Taufan Pawe,SH,MH yang juga Walikota Parepare. Topik orasinya ”Keterbukaan Informasi Publik Dalam Memanage Pemerintahan”.

Mengawali orasinya, Taufan yang berlatar belakang lawyer itu minta maaf pada guru-gurunya. Diantaranya, Guru Besar FH-UMI, Prof Dr HA Muin Fahmal,SH,MH, Prof Dr H Hambali Thalib,SH,MH, Prof Dr H Ma’ruf Hafidz,SH,MH, Prof Dr H Syahruddin Nawi,SH,MH, Prof Dr H Lauddin Marsuni,SH,MH dan jajaran dosen lainnya.

Dibagian lain, Walikota Parepare yang banyak meraih penghargaan atas prestasi kinerjanya itu mengemukakan, dirinya takut jika para gurunya di Fakultas Hukum UMI ini kecewa atas kinerjanya, padahal para guru telah memberikan ilmu.

”Terus terang, embrio jati diri saya di UMI dan akan selalu berupaya berbuat banyak untuk rakyat, sehingga tak mengecewakan para guruku di UMI. Saya yang kini berada di pusaran birokrasi, meyakini kekecewaan guru tak akan terjadi, sepanjang dalam melaksanakan tugas ada keterbukaan informasi, koordinasi dan terintegrasi” tambah Taufan Pawe.(muhammad arafah).

 83 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *