MAKASSAR.EDUKASITERKINI,COM—Reformasi pendidikan berbasis kearifan lokal di Indonesia jadi materi diskusi bedah buku “Reformasi Pendidikan Dalam Perspektif Pemerintahan Daerah”, Sabtu, 15 Januari 2022 di Warkiop Toddopuli.

Buku karya Dr H Ramli Haba, SH MH, dosen fakultas Hukum Universitas Sawerigading (Unsa) ini membahas sentralisasi pendidikan di Indonesia.

Penanggap bedah buku, Dr Muhammad Yahya MSi (dosen Fisip Unismuh Makassar), Dr Adi Sumandiyar MSi (Dekan Fisip Unsa) dan Dr Arda Senaman MSi (dosen sosiologi Unsa). Moderator, Nasruddin Nur, S.Pd, M.Pd

Dalam diskusi tersebut, permasalahan kebijakan reformasi pendidikan di daerah, harus benar-benar dapat dilaksanakan sesuai kedaan daerah yang bersangkutan.

Ramli Haba selaku penulis buku menegaska, bila semua elemen bangsa terlibat dalam pelaksanaan pendidikan, seharusnya tidak ada masalah.

Sayangnya, kata mantan anggota DPRD provinsi dua periode ini, masyarakat masih menunggu gerakan pemerintah, sementara partisipasi masyarakat sangat rendah.

Di sisi lain, kandidat profesor bidang Hukum ini melihat, daerah belum siap melaksanakan reformasi pendidikan. SDM yg rendah menjadi salah satu beban bagi perintah daerah untuk mewujudkan reformasi pendidikan di tingkat daerah.

Perubahan perilaku dalam sistem pendidikan juga menjadi perhatian dosen hukum yang juga pengacara ini.

Menurutnya, di masa lalu, murid yang mendapatkan hukuman fisik dari gurunya, sama sekali tidak ada permasalahan bagi orang tua murid.

Hal tersebut sangat berbeda di masa sekarang di mana guru menjadi takut mendidik siswa dengan lebih tegas karena orang tua siswa sangat mudah membawa permasalahan ke hukum bila ada guru yg mencubit siswa. Sebagai akibatnya, guru hanya mengajar saja, tidak lagi mendidik siswa. (rls).

 87 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *