EDUKASITERKINI.MAKASSAR–Tak berbeda tahun-tahun sebelumnya, pasca lebaran Idul Fitri, UMI rutin melaksanakan Halalbihalal. Kali ini pelaksanannya secara online dan offline dan dipusatkan di Auditorium AL Jibra UMI Jalan Sumohardjo, Makassar, Senin (9/5/2022).

Bagi UMI, Halalbihalal merupakan ruang untuk saling meminta dan memberi maaf tanpa melihat latar belakang posisi dan jabatan.

Rektor UMI menyampaikan, meski setiap orang UMI telah saling memaafkan secara online usai Idul Fitri, namun tetap dianjurkan saling meminta maaf secara langsung.

“Mudah mudahan dengan puasa ramadan yang telah kita jalani, menjadikan kita orang-orang yang selalu bersyukur dan bersabar Kalau syukur dan sabar ditanamkan ke dalam diri kita, maka kita akan dimudahkan segala kehidupan kita,” tutur Prof Basri Modding.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Mansyur Ramli, SE, .M.Si yang hadir membawakan hikmah Halalbihalal banyak menjelaskan tentang keutamaan bersedekah dan larangan berbuat mubazzir.

“Jadi kalau ada barang-barang yang sudah tidak dipakai, lebih baik berbagi kepada yang lebih membutuhkan, atau kita sedekahkan. Dengan begitu akan meningkatkan kesalehan sosial kita,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMI itu.

“Manfaat sedekah tidak hanya berlangsung secara fisik tapi juga sifatnya rohaniah. Ini dapat memberikan ketenangan bagi jiwa kita,” papar Mansyur Ramly.

Di akhir acara ini dirangkaikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UMI dengan PT Tirta Fresindo (Mayora). (arf).

 53 total views,  1 views today

By Muhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *